{"id":174,"date":"2023-07-15T16:26:26","date_gmt":"2023-07-15T16:26:26","guid":{"rendered":"https:\/\/mathority.org\/id\/rumus-deeuler\/"},"modified":"2023-07-15T16:26:26","modified_gmt":"2023-07-15T16:26:26","slug":"rumus-deeuler","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mathority.org\/id\/rumus-deeuler\/","title":{"rendered":"Demonstrasi dan penerapan rumus euler"},"content":{"rendered":"<p><strong>Rumus Euler<\/strong> merupakan konsep matematika yang menghubungkan dua konsep dasar matematika: <a href=\"https:\/\/mathority.org\/id\/bilangan-kompleks\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">bilangan kompleks<\/a> dan trigonometri. Hal ini menjadikannya salah satu konseptualisasi yang paling penting dan paling banyak diterapkan dalam semua matematika. Sepanjang artikel ini kita akan melihat seperti apa rumus ini dan semua kegunaannya.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"> <span id=\"Que_es_la_formula_de_Euler\">Apa rumus Euler?<\/span><\/h2>\n<p> Rumus Euler adalah persamaan matematika dasar berdasarkan <a href=\"https:\/\/mathority.org\/id\/nomor-deuler\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">bilangan Euler<\/a> , yang menghubungkan bilangan kompleks dengan trigonometri. Ia ditemukan oleh ahli matematika Swiss <strong>Leonhard Euler<\/strong> pada abad ke-18 dan sejak itu telah digunakan di berbagai bidang, mulai dari fisika hingga ilmu komputer.<\/p>\n<p> Rumus Euler ditulis <strong>sebagai e <sup>ix<\/sup> = cos(x) + i sin(x)<\/strong> , dengan e adalah basis logaritma natural, i adalah <a href=\"https:\/\/mathority.org\/id\/angka-imajiner\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">satuan imajiner<\/a> (didefinisikan sebagai akar kuadrat dari -1), dan x adalah bilangan real nomor. Persamaan ini menetapkan bahwa bilangan kompleks e <sup>ix<\/sup> sama dengan jumlah bilangan real cos(x) dan hasil kali bilangan imajiner i dengan bilangan real sin(x). <\/p>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"280\" height=\"95\" src=\"https:\/\/mathority.org\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/la-formule-deuler.webp\" data-src=\"\" alt=\"rumus Euler\" class=\"wp-image-11051 lazyload\" srcset=\"\" sizes=\"auto, \"><\/figure>\n<\/div>\n<p> Pentingnya rumus Euler terletak pada kenyataan bahwa rumus ini memungkinkan bilangan kompleks dinyatakan dalam bilangan real dan trigonometri, sehingga lebih mudah untuk dimanipulasi dan dihitung.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"> <span id=\"Demostracion_de_la_formula_de_Euler\">Bukti rumus Euler<\/span><\/h2>\n<p> <strong>Pembuktian rumus Euler<\/strong> didasarkan pada penggunaan deret Taylor untuk fungsi eksponensial dan identitas trigonometri untuk kosinus dan sinus.<\/p>\n<p> Pertama, kita perhatikan deret Taylor untuk fungsi eksponensial: <\/p>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"332\" height=\"72\" src=\"https:\/\/mathority.org\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/serie-de-taylor-pour-la-fonction-exponentielle.webp\" data-src=\"\" alt=\"Deret Taylor untuk fungsi eksponensial\" class=\"wp-image-11053 lazyload\" srcset=\"\" sizes=\"auto, \"><\/figure>\n<\/div>\n<p> Selanjutnya, kita ganti x dengan ix pada persamaan di atas, dimana i adalah satuan imajiner (akar kuadrat dari -1): <\/p>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"440\" height=\"76\" src=\"https:\/\/mathority.org\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/serie-de-taylor-avec-unite-imaginaire.webp\" data-src=\"\" alt=\"Deret Taylor dengan satuan imajiner\" class=\"wp-image-11055 lazyload\" srcset=\"\" sizes=\"auto, \"><\/figure>\n<\/div>\n<p> Jadi, kita terapkan pangkat i dan substitusikan ke persamaan sebelumnya: <\/p>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"352\" height=\"67\" src=\"https:\/\/mathority.org\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/on-applique-les-puissances-des-nombres-imaginaires.webp\" data-src=\"\" alt=\"Kami menerapkan pangkat bilangan imajiner\" class=\"wp-image-11056 lazyload\" srcset=\"\" sizes=\"auto, \"><\/figure>\n<\/div>\n<p> Sekarang kita kelompokkan suku sebenarnya dan suku dengan i: <\/p>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"463\" height=\"81\" src=\"https:\/\/mathority.org\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/nous-regroupons-les-termes.webp\" data-src=\"\" alt=\"Kami mengelompokkan istilah-istilahnya\" class=\"wp-image-11057 lazyload\" srcset=\"\" sizes=\"auto, \"><\/figure>\n<\/div>\n<p> Faktanya, masing-masing tanda kurung di atas adalah deret Taylor untuk kosinus dan sinus: <\/p>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"259\" height=\"127\" src=\"https:\/\/mathority.org\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/on-separe-le-sinus-et-le-cosinus.webp\" data-src=\"\" alt=\"Kami memisahkan sinus dan kosinus\" class=\"wp-image-11058 lazyload\" srcset=\"\" sizes=\"auto, \"><\/figure>\n<\/div>\n<p> Akhirnya, kita sederhanakan (dengan mengganti setiap ekspresi dalam tanda kurung dengan cosinus dan sinus dari x) dan kita memperoleh: <\/p>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"280\" height=\"95\" src=\"https:\/\/mathority.org\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/la-formule-deuler.webp\" data-src=\"\" alt=\"rumus Euler\" class=\"wp-image-11051 lazyload\" srcset=\"\" sizes=\"auto, \"><\/figure>\n<\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"> <span id=\"Ejemplo_de_la_formula_de_Euler\">Contoh rumus Euler<\/span><\/h2>\n<p> Sekarang setelah Anda mengetahui cara kerja rumus matematika ini, kami sarankan untuk mencoba menyelesaikan contoh praktis berikut: Nyatakan bilangan kompleks e <sup>2i<\/sup> <strong>(dalam radian)<\/strong> dalam bentuk binomial:<\/p>\n<p> Penerapan utama rumus Euler adalah mengubah bilangan kompleks yang dinyatakan dalam bentuk eksponensial menjadi bentuk binomial. <strong>Oleh karena itu kita akan menggunakan rumus<\/strong> : e <sup>ix<\/sup> = cos(x) + i sin(x)<\/p>\n<p class=\"has-text-align-center\"> e <sup>2i<\/sup> = cos(2) + saya dosa(2)<\/p>\n<p class=\"has-text-align-center\"> <sup>e2i<\/sup> = -0,416 + 0,909i<\/p>\n<p> Dan kita sudah memiliki bilangan tersebut dalam bentuk binomial. Dari sana kita dapat membuat representasi grafis dalam <a href=\"https:\/\/mathority.org\/id\/bidang-kompleks\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">bidang kompleks<\/a> . Untuk melakukan ini, perlu dipahami bahwa suatu bilangan kompleks direpresentasikan dalam <strong>bidang kompleks<\/strong> dengan menggunakan koordinat bagian nyata pada absis (sumbu x) dan bagian imajiner pada sumbu y (y). <\/p>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"324\" height=\"321\" src=\"https:\/\/mathority.org\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/exemple-de-formule-deuler-dans-le-plan-complexe.webp\" data-src=\"\" alt=\"Contoh rumus Euler pada bidang kompleks\" class=\"wp-image-11062 lazyload\" srcset=\"\" sizes=\"auto, \"><\/figure>\n<\/div>\n<p> Pada gambar sebelumnya ditampilkan bilangan kompleks e <sup>2i<\/sup> yang sama dengan -0,416 + 0,909i. Hal ini dapat dilihat sebagai titik berwarna biru. Letaknya di pesawat bisa dilihat dari <strong>dua sudut<\/strong> .<\/p>\n<p> Yang pertama dan paling jelas adalah dengan representasi bilangan dalam <strong>bentuk binomial<\/strong> : -0,416 (pada absis) dan 0,909 (pada komputer). Dan yang kedua <strong>berbentuk eksponensial<\/strong> : modul e <sup>2i<\/sup> sama dengan 1, karena itu bilangan yang ada di depan e (karena tidak ada bilangan di depan e, maka kita bayangkan ada 1) dan di eksponennya ada 2, maka argumen atau sudutnya setara dengan dua radian.<\/p>\n<p> <strong>Jika Anda kurang memahami paragraf terakhir ini<\/strong> , kami sarankan Anda membaca artikel kami tentang bilangan kompleks. Nah, berikut ini kami akan memberikan penjelasan yang sangat mendalam tentang berbagai cara penulisan bilangan kompleks dan semua sifat-sifatnya.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"> <span id=\"Representacion_grafica_de_la_formula_de_Euler\">Representasi grafis dari rumus Euler<\/span><\/h2>\n<p> Pada contoh sebelumnya, Anda dapat melihat bagaimana rumus Euler diterapkan dan bagaimana rumus tersebut direpresentasikan secara grafis dalam bidang kompleks. Namun, jika kita melangkah lebih jauh dan mencoba merepresentasikan fungsi yang ekuivalen dengan rumus Euler, kita akan menemukan sesuatu yang sangat aneh: fungsi tersebut menghasilkan <strong>lingkaran berjari-jari 1<\/strong> : <\/p>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"509\" height=\"513\" src=\"https:\/\/mathority.org\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/representation-de-la-formule-deuler.webp\" data-src=\"\" alt=\"Representasi rumus Euler\" class=\"wp-image-11083 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/micalculadoracientifica.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Representacion-de-la-Formula-de-Euler.png 509w, https:\/\/micalculadoracientifica.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Representacion-de-la-Formula-de-Euler-496x500.png 496w\" sizes=\"auto, \" srcset=\"\"><\/figure>\n<\/div>\n<p> Namun, jari-jari lingkaran secara langsung bergantung pada nilai <strong>modulus<\/strong> bilangan kompleks. Misalnya, jika kita ingin merepresentasikan lingkaran dengan jari-jari 4, fungsinya adalah 4e <sup>ix<\/sup> . Jadi, fungsinya 4e <sup>ix<\/sup> , direpresentasikan seperti ini: <\/p>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"530\" height=\"548\" src=\"https:\/\/mathority.org\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/representation-dune-circonference-de-rayon-4.webp\" data-src=\"\" alt=\"Representasi keliling berjari-jari 4\" class=\"wp-image-11084 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/micalculadoracientifica.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Representacion-de-una-Circunferencia-de-Radio-4.png 530w, https:\/\/micalculadoracientifica.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Representacion-de-una-Circunferencia-de-Radio-4-484x500.png 484w\" sizes=\"auto, \" srcset=\"\"><\/figure>\n<\/div>\n<p> Kembali ke lingkaran berjari-jari 1, jika kita memutuskan untuk menyatakan e <sup>i\u03c0<\/sup> (dalam radian), kita harus menghitung terlebih dahulu:<\/p>\n<p class=\"has-text-align-center\"> e <sup>\u03c0i<\/sup> = cos(\u03c0) + saya sin(\u03c0)<\/p>\n<p class=\"has-text-align-center\"> <sup>e\u03c0i<\/sup> = -1 + saya 0<\/p>\n<p class=\"has-text-align-center\"> <sup>e\u03c0i<\/sup> = -1<\/p>\n<p> Kita memperoleh e <sup>\u03c0i<\/sup> = -1, yang merupakan identitas Euler yang terkenal.<\/p>\n<p> Dari sini kita menyimpulkan bahwa bilangan kompleks e <sup>\u03c0i<\/sup> hanya mempunyai satu bagian real, yaitu sama dengan -1. Oleh karena itu, representasinya akan sedemikian rupa sehingga: <\/p>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"622\" height=\"578\" src=\"https:\/\/mathority.org\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/representation-graphique-de-lidentite-deuler.webp\" data-src=\"\" alt=\"Representasi grafis dari identitas Euler\" class=\"wp-image-11082 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/micalculadoracientifica.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Representacion-grafica-de-la-Identidad-de-Euler-1.png 622w, https:\/\/micalculadoracientifica.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Representacion-grafica-de-la-Identidad-de-Euler-1-500x465.png 500w\" sizes=\"auto, \" srcset=\"\"><\/figure>\n<\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"> <span id=\"Aplicaciones_de_la_formula_de_Euler\">Penerapan rumus Euler<\/span><\/h2>\n<ol>\n<li> <strong>Bilangan kompleks:<\/strong> Rumus Euler adalah hubungan antara fungsi trigonometri dan bilangan kompleks. Dari rumus ini, kita dapat menyatakan bilangan kompleks dengan berbagai cara: binomial, eksponensial, dan polar.<\/li>\n<li> <strong>Deret Taylor: Rumus<\/strong> Euler digunakan untuk memperluas fungsi deret Taylor.<\/li>\n<li> <strong>Aljabar Linier:<\/strong> Rumus Euler digunakan dalam diagonalisasi matriks, yang merupakan teknik dasar dalam aljabar linier.<\/li>\n<li> <strong>Kalkulus Diferensial dan Integral:<\/strong> Rumus Euler digunakan dalam penyelesaian persamaan diferensial, yang merupakan teknik yang relevan dalam kalkulus.<\/li>\n<\/ol>\n<p> Selain itu, ia mempunyai penerapan dalam banyak teori matematika dan bahkan dalam konsep di luar domain matematika, seperti teorema fisika.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"> <span id=\"Conclusiones\">kesimpulan<\/span><\/h2>\n<p> Seperti yang Anda lihat di artikel ini, penerapan rumus Euler yang paling banyak adalah <strong>pada bilangan kompleks<\/strong> : dalam ekspresi numerik dan representasinya. Memang benar bahwa ini memiliki beberapa penerapan dalam aljabar, tetapi pada dasarnya Anda bekerja dengan bilangan kompleks. Oleh karena itu, penting untuk memahaminya dengan baik.<\/p>\n<p> Karena itu, kami harap kami dapat membantu Anda memahami konsep ini dengan lebih baik. Dan jika Anda memiliki pertanyaan atau tidak tahu cara melakukan latihan, jangan ragu untuk menulis kepada kami di komentar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rumus Euler merupakan konsep matematika yang menghubungkan dua konsep dasar matematika: bilangan kompleks dan trigonometri. Hal ini menjadikannya salah satu konseptualisasi yang paling penting dan paling banyak diterapkan dalam semua matematika. Sepanjang artikel ini kita akan melihat seperti apa rumus ini dan semua kegunaannya. Apa rumus Euler? Rumus Euler adalah persamaan matematika dasar berdasarkan bilangan &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/mathority.org\/id\/rumus-deeuler\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Demonstrasi dan penerapan rumus euler<\/span> Selengkapnya &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"","footnotes":""},"categories":[59,41],"tags":[],"class_list":["post-174","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hitung","category-penjelasan-matematis"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Demonstrasi dan penerapan rumus Euler - Mathority<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/mathority.org\/id\/rumus-deeuler\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Demonstrasi dan penerapan rumus Euler - Mathority\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Rumus Euler merupakan konsep matematika yang menghubungkan dua konsep dasar matematika: bilangan kompleks dan trigonometri. Hal ini menjadikannya salah satu konseptualisasi yang paling penting dan paling banyak diterapkan dalam semua matematika. Sepanjang artikel ini kita akan melihat seperti apa rumus ini dan semua kegunaannya. Apa rumus Euler? Rumus Euler adalah persamaan matematika dasar berdasarkan bilangan &hellip; Demonstrasi dan penerapan rumus euler Selengkapnya &raquo;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/mathority.org\/id\/rumus-deeuler\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-15T16:26:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/mathority.org\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/la-formule-deuler.webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tim Mathority\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tim Mathority\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/mathority.org\/id\/rumus-deeuler\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/mathority.org\/id\/rumus-deeuler\/\"},\"author\":{\"name\":\"Tim Mathority\",\"@id\":\"https:\/\/mathority.org\/id\/#\/schema\/person\/ea4523caf53a07e2ebf32e306a925b38\"},\"headline\":\"Demonstrasi dan penerapan rumus euler\",\"datePublished\":\"2023-07-15T16:26:26+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-15T16:26:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/mathority.org\/id\/rumus-deeuler\/\"},\"wordCount\":838,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/mathority.org\/id\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Hitung\",\"Penjelasan matematis\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/mathority.org\/id\/rumus-deeuler\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/mathority.org\/id\/rumus-deeuler\/\",\"url\":\"https:\/\/mathority.org\/id\/rumus-deeuler\/\",\"name\":\"Demonstrasi dan penerapan rumus Euler - Mathority\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/mathority.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-15T16:26:26+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-15T16:26:26+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/mathority.org\/id\/rumus-deeuler\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/mathority.org\/id\/rumus-deeuler\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/mathority.org\/id\/rumus-deeuler\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/mathority.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Demonstrasi dan penerapan rumus euler\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/mathority.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/mathority.org\/id\/\",\"name\":\"Mathority\",\"description\":\"Di mana rasa ingin tahu bertemu dengan perhitungan!\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/mathority.org\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/mathority.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/mathority.org\/id\/#organization\",\"name\":\"Mathority\",\"url\":\"https:\/\/mathority.org\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/mathority.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/mathority.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/mathority-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/mathority.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/mathority-logo.png\",\"width\":703,\"height\":151,\"caption\":\"Mathority\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/mathority.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/mathority.org\/id\/#\/schema\/person\/ea4523caf53a07e2ebf32e306a925b38\",\"name\":\"Tim Mathority\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/mathority.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8a35e4c8616d1c34c03ca02862b580f4372c5650665668489db53a09579bbc4f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8a35e4c8616d1c34c03ca02862b580f4372c5650665668489db53a09579bbc4f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Tim Mathority\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/mathority.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Demonstrasi dan penerapan rumus Euler - Mathority","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/mathority.org\/id\/rumus-deeuler\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Demonstrasi dan penerapan rumus Euler - Mathority","og_description":"Rumus Euler merupakan konsep matematika yang menghubungkan dua konsep dasar matematika: bilangan kompleks dan trigonometri. Hal ini menjadikannya salah satu konseptualisasi yang paling penting dan paling banyak diterapkan dalam semua matematika. Sepanjang artikel ini kita akan melihat seperti apa rumus ini dan semua kegunaannya. Apa rumus Euler? Rumus Euler adalah persamaan matematika dasar berdasarkan bilangan &hellip; Demonstrasi dan penerapan rumus euler Selengkapnya &raquo;","og_url":"https:\/\/mathority.org\/id\/rumus-deeuler\/","article_published_time":"2023-07-15T16:26:26+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/mathority.org\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/la-formule-deuler.webp"}],"author":"Tim Mathority","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Tim Mathority","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/mathority.org\/id\/rumus-deeuler\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mathority.org\/id\/rumus-deeuler\/"},"author":{"name":"Tim Mathority","@id":"https:\/\/mathority.org\/id\/#\/schema\/person\/ea4523caf53a07e2ebf32e306a925b38"},"headline":"Demonstrasi dan penerapan rumus euler","datePublished":"2023-07-15T16:26:26+00:00","dateModified":"2023-07-15T16:26:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/mathority.org\/id\/rumus-deeuler\/"},"wordCount":838,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/mathority.org\/id\/#organization"},"articleSection":["Hitung","Penjelasan matematis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/mathority.org\/id\/rumus-deeuler\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/mathority.org\/id\/rumus-deeuler\/","url":"https:\/\/mathority.org\/id\/rumus-deeuler\/","name":"Demonstrasi dan penerapan rumus Euler - Mathority","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mathority.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-15T16:26:26+00:00","dateModified":"2023-07-15T16:26:26+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/mathority.org\/id\/rumus-deeuler\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/mathority.org\/id\/rumus-deeuler\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/mathority.org\/id\/rumus-deeuler\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/mathority.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Demonstrasi dan penerapan rumus euler"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/mathority.org\/id\/#website","url":"https:\/\/mathority.org\/id\/","name":"Mathority","description":"Di mana rasa ingin tahu bertemu dengan perhitungan!","publisher":{"@id":"https:\/\/mathority.org\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/mathority.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/mathority.org\/id\/#organization","name":"Mathority","url":"https:\/\/mathority.org\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/mathority.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/mathority.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/mathority-logo.png","contentUrl":"https:\/\/mathority.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/mathority-logo.png","width":703,"height":151,"caption":"Mathority"},"image":{"@id":"https:\/\/mathority.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/mathority.org\/id\/#\/schema\/person\/ea4523caf53a07e2ebf32e306a925b38","name":"Tim Mathority","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/mathority.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8a35e4c8616d1c34c03ca02862b580f4372c5650665668489db53a09579bbc4f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8a35e4c8616d1c34c03ca02862b580f4372c5650665668489db53a09579bbc4f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Tim Mathority"},"sameAs":["http:\/\/mathority.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mathority.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/174","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mathority.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mathority.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mathority.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mathority.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=174"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mathority.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/174\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mathority.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=174"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mathority.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=174"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mathority.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=174"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}